kumpulan dari beberapa file .mp3 indonesia yang gratis untuk unduh atau download

Tuesday, December 8, 2015

Download MP3 Iwan Fals Full Album Suara Hati 2002

Suara Hati menjadi album Iwan Fals pada 2002 yang membuatnya benar-benar lahir kembali. Setelah di album sebelumnya orang bertanya-tanya karena Iwan hanya mengaransemen ulang lagu-lagu lama, pada album ini seluruhnya benar-benar baru. Mulai lagu, vokal, musik, benar-benar fresh.

Album ini menjawab pertanyaan tentang kevakuman Iwan Fals dalam bermusik sepeninggal anak pertamanya Galang Rambu Anarki. Lagu-lagu pada album ini lebih berkualitas dan berbobot, namun liriknya lebih dewasa tidak senakal dahulu.

Iwan menjadi lebih profesional, karena telah memiliki manajemen pribadi yang digawangi oleh istrinya (Rossana). Iwan mulai rajin menggelar konser baik di TV maupun outdoor, dan rata rata sukses tanpa kerusuhan.




Silahkan Lihat Lirik atau Download :D
  1. Kupu KupuHitam Putih
  2. Menunggu matahari terbit dimusim hujanMendung menjadi teman ada juga keindahannyaButir embun yang ada di daun bagai intan berlianLebih riang ia berkilauan karena matahari tertutup awan
    Iri aku menyaksikan itu tapi kutekan aku harus bersyukurBerguru pada kenyataan pada makhluk tuhan yang katanya tak berakal
    Suara burung di dahan nyanyian alamBekerja ia mencari makan ada juga yang membuat sarangIri aku menyaksikan itu tapi kutekan aku harus bersyukurBerguru pada kenyataan pada makhluk tuhan yang katanya tak berakal
    Kupu-kupu hitam putih terbang di sekitarkuMelihat ia menari hatiku terpatriSepasang merpati bercumbu di balik awanKemudian ia turun menukik sujud syukur pada-Nya
    Mendung datang lagi setelah hangat sebentarButir embun hilang aku jadi termenungMencari pegangan mencoba untuk bersandarLangit makin hitam aku jadi berharap pada hujan
    Kupu-kupu hitam putih terbang di sekitarkuMelihat ia menari hatiku terpatriSepasang merpati bercumbu di balik awanKemudian ia turun menukik sujud syukur pada-Nya
    lalalalalalalalalalalala..

  3. Hadapi SajaVersi Edit
  4. Relakan yang terjadi takkan kembaliIa sudah miliknya bukan milik kita lagiTak perlu menangis tak perlu bersedihTak perlu tak perlu sedu sedanmuHadapi saja
    Pasrah pada IlahiHanya itu yang kita bisaAmbil hikmatnya ambil indahnyaCobalah menari cobalah bernyanyiCobalah-cobalah mulai detik iniHadapi saja
    (*)Hilang memang hilang wajahnyaTerus terbayangBerjumpa di mimpiKau ajak aku untuk menari,BernyanyiBersama bidadari malaikatDan penghuni surga
    Kembali ke: (*)
    Relakan yang terjadi takkan kembaliIa sudah miliknya bukan milik kita lagiPasrah pada Ilahi hanya itu yang kita bisaAmbil hikmatnya ambil indahnya
    Tak perlu menangis tak perlu bersedihTak perlu tak perlu sedu sedan ituHadapi saja
    Cobalah menari cobalah bernyanyiCobalah cobalah mulai detik iniHadapi saja

  5. Suara Hati
  6. Apa kabar suara hati
    Sudah lama baru terdengar lagi
    Kemana saja suara hati
    Tanpa kau sepi rasanya hari


    Kabar buruk apa kabar baik
    Yang kau bawa mudah-mudahan baik
    Dengar-dengar dunia lapar
    Lapar sesuatu yang benar

    (*)
    Suara hati kenapa pergi
    Suara hati jangan pergi lagi
    Suara hati kenapa pergi
    Suara hati jangan pergi lagi


    Kau dengarkan orang-orang yang menangis
    Sebab hidupnya dipacu nafsu
    Kau rasakan sakitnya orang-orang yang tertindas
    Oleh derap sepatu pembangunan

    Kau lihatlah pembantaian
    Demi kekuasaan yang secuil
    Kau tahukah alam yang kesakitan
    Lalu apa yang akan kau suarakan
    Kembali ke: (*)

    (**)
    Apa kabar suata hati
    Sudah lama baru terdengar lagi
    Kemana saja suara hati
    Tanpa kau sepi rasanya hari
    Kembali ke: (**)

  7. UntukmuNegeri
  8. Perihnya masih terasaSakitnya tak terhinggaNafsu ingin berkuasaSungguh mahal ongkosnya
    Apapun yang kan terjadiAku tak akan lariApalagi bersembunyiTak kan pernah terjadi
    Air mata darah telah tumpahDemi ambisi membangun negeriKalaulah ini pengorbananTentu bukan milik segelintir orang
    Belum cukupkah semua iniApakah tidak berartiLihatlah wajah ibu pertiwiPucat letih dan sedihnya berkaratBerdoa terus berdoa
    Hingga mulutnya berbusa busaLudahnya muncrat saking kecewaIbu pertiwi hilang tawanyaTak percaya masih ada cinta
    Seluruh hidupku jadi siagaPagar berduri kutancapkan dihati
    Untukmu negeriYang telah memberi artiUntukmu negeriYang telah melukai ibu kamiUntukmu negeriYang telah merampas anak kamiUntukmu negeriYang telah memperkosa saudara kamiUntukmu negeriWaspadalahUntukmu negeriBangkitlahUntukmu negeriBersatulahUntukmu negeriSejahteralah kamu negerikuSejahteralah kamu
    Perihnya masih terasaSakitnya tak terhingga

  9. Doa
  10. BerjamaahMenyebut asma ALLAHSaling asah saling asih saling asuh
    BerdoalahSambil berusahaAgar hidup jadi tak sia sia
    Badan sehatJiwa sehatHanya itu yang kami mau
    Hidup berkahPenuh gairahMudah mudahan ALLAH setuju
    Inilah lagu pujianNasehat dan pengharapan
    Dari hati yang pernah matiKini hidup kembali

  11. 15 Juli1996
  12. Kalau kau datangHatiku senangBerbunga bunga
    Bulan dan bintangTerangi malamSehabis hujan
    Saling bicaraTukar ceritaBerbagi rasa
    Aku disiniTetap di tepiMasih bernyanyi
    Dunia sedang dilanda kalutAlam semesta seperti merintihKau dengarkah?
    Aku tak bisaUntuk tak peduliHati tersiksa
    Aku bersumpahUntuk berbuatYang aku bisa
    Harus ada yang dikerjakanAgar kehidupan berjalan wajarHidup hanya sekali wahai kawanAku tak mau mati dalam keraguan
    Kalau kau datang

  13. Hadapi Saja
  14. Relakan yang terjadi takkan kembaliIa sudah miliknya bukan milik kita lagiTak perlu menangis tak perlu bersedihTak perlu tak perlu sedu sedanmuHadapi saja
    Pasrah pada IlahiHanya itu yang kita bisaAmbil hikmatnya ambil indahnyaCobalah menari cobalah bernyanyiCobalah-cobalah mulai detik iniHadapi saja
    (*)Hilang memang hilang wajahnyaTerus terbayangBerjumpa di mimpiKau ajak aku untuk menari,BernyanyiBersama bidadari malaikatDan penghuni surga
    Kembali ke: (*)
    Relakan yang terjadi takkan kembaliIa sudah miliknya bukan milik kita lagiPasrah pada Ilahi hanya itu yang kita bisaAmbil hikmatnya ambil indahnya
    Tak perlu menangis tak perlu bersedihTak perlu tak perlu sedu sedan ituHadapi saja
    Cobalah menari cobalah bernyanyiCobalah cobalah mulai detik iniHadapi saja

  15. Belalang Tua
  16. Belalang tua diujung daun warnanya kuning kecoklat-coklatan
    Badannya bergoyang ditiup angin
    Mulutnya masih saja mengunyah tak kenyang-kenyang
    Sudut mata kananku tak sengaja melihat belalang tua yang rakus
    Sambil menghisap dalam rokokku
    Kutulis syair tentang hati yang khawatir
    Sebab menyaksikan akhir dari kerakusan
    Belalang tua yang tak kenyang-kenyang
    Seperti sadar kuperhatikan, ia berhenti mengunyah
    Kepalanya mendongak keatas
    Matanya melotot melihatku tak senang kakinya mencengkeram daun
    Empat di depan dua di belakang bergerigi tajam
    Sungutnya masih gagah menusuk langit berfungsi sebagai radar
    Belalang tua masih saja melihat marah ke arahku
    Aku menjadi grogi dibuatnya aku tak tahu apa yang dipikirkan
    Tiba-tiba angin berhenti mendesir daunpun berhenti bergoyang
    Walau hampir habis daun tak jadi patah
    Belalang yang serakah berhenti mengunyah
    Kisah belalang tua diujung daun yang hampir jatuh tetapi tak jatuh
    Kisah belalang tua yang berhenti mengunyah
    Sebab kubilang kamu serakah
    Oo .. oo .. oo .. oo belalang tua diujung daun
    Dengan tenang meninggalkan harta karun
    Warnanya hijau kehitam-hitaman
    Berserat berlendir bulat lonjong sebesar biji kapas
    Angin yang berhenti mendesir
    Digantikan hujan rintik-rintik
    Aku yang menulis syair
    Tentang hati yang khawatir
    Tak tahu kapan kisah ini akan berakhir

  17. Untuk ParaPengabdi
  18. Kesetiaan masih adaSetidaknya menjadi cita citaItu sebabnya aku disiniMenemanimu
    Siang malam kuberjagaDi relung hatimu di dalam benakmuDi setiap langkahmuMudah mudahan begitu
    Silahkan engkau tertawaSepuas hatimuKu takkan pernah berpalingKarena hinaan itu
    Bahagia rasanyaLihat engkau bahagiaBerduka rasanyaKalau engkau berduka
    Untuk pengabdi lagu para pengabdiDi puncak gunung di tengah tengah samuderaDi dalam rimba di kebingungan desa dan kota
    Untuk pengabdi lagu para pengabdiDi puncak gunung di tengah tengah samuderaDi dalam rimba di kebingungan desa dan kota
    Kan ku temani kauKan ku temani kau

  19. Seperti Matahari
  20. Keinginan adalah sumber penderitaanTempatnya didalam pikiranTujuan bukan utamaYang utama adalah prosesnya
    Kita hidup mencari bahagiaHarta dunia kendaraannyaBahan bakarnya budi pekertiItulah nasehat para nabi
    Ingin bahagia derita didapatKarena ingin sumber deritaHarta dunia jadi penggodaMembuat miskin jiwa kita
    Ada benarnya nasehat orang orang suciMemberi itu terangkan hatiSeperti matahariYang menyinari bumiYang menyinari bumi
    Ingin bahagia derita didapatKarena ingin sumber deritaHarta dunia jadi penggodaMembuat miskin jiwa kita
    Keinginan adalah sumber penderitaan



Download MP3 Iwan Fals Full Album Suara Hati 2002 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abu Hurairah

0 comments:

Post a Comment